Kamu bukan malas, kamu juga bukan kurang fokus, kamu tidak seperti apa yang kamu pikirkan selama ini.
Mesin otakmu berbeda dan kamu perlu memahami cara kerjanya.
Kamu bukan pemarah, emosian, atau impulsif. Sistem sarafmu hanya terlalu penuh oleh beban emosi yang belum diproses.
Untuk memiliki fokus dan performa yang lebih stabil, kamu perlu mengintegrasikan seluruh pengalamanmu ke dalam sistem sarafmu, agar kamu menjadi manusia yang lebih utuh.
Banyak yang belum memahami perbedaan antara gejala akibat mekanisme otak ADHD bawaan lahir dengan gejala akibat penumpukan trauma di masa lalu.
Sesi ini akan membantumu memahami perbedaan keduanya, dan membantumu melepas beban yang paling dominan.
Sering merasa berbeda sejak kecil, ternyata ia tumbuh sebagai Gifted ADHD (Attention Deficit – Hyperactivity Disorder) yang membuatnya sering merasa dunia ini bukan tempat yang cocok untuknya sehingga ia lebih suka menyendiri.
Senang mempelajari hal baru, bekerja di berbagai bidang, dan selalu mengejar kesibukan tanpa tujuan membuatnya depresi.
Dalam masa itu, ia mulai mencoba melihat ke dalam diri dan mengamati pola-pola dalam dirinya yang selama ini sering muncul secara otomatis tanpa disadari. Ia akhirnya menyadari bahwa reaksi-reaksi tersebut berasal dari mekanisme alami otaknya dan trauma masa kecil yang menahan potensi terbesarnya sebagai seseorang yang memiliki multitalenta.
Selama 37 tahun hidup sebagai neurodivergent (ADHD) tanpa pemahaman diri yang baik membuatnya belajar mengelola aktivitas sistem sarafnya di 3 tahun terakhir sehingga ia akhirnya menemukan pola hidup yang sesuai dengannya. Hal ini mengubah caranya menjalani hidup sebagai seorang ADHD dewasa.
Saat ini, ia memutuskan untuk membagikan pengalaman dan proses hidupnya untuk membantu ADHDers menemukan jawaban yang selama ini ia cari:
Irvan Indrayana,
Teman ADHD-mu.
Secangkir Kopi darimu sangat berarti bagi saya untuk tetap semangat menghasilkan konten-konten inspiratif.